Langsung ke konten utama

Hello, 31!

It has been 3 months since I became a 31 yo woman! Yeey!


Tadi pagi si Jege posting tentang apa yang dia alami di usia 32 tahun.

32 years old is unpredictable but lovely, ceunah. And I feel.. it's soooooo true!

Ada kawan yang sudah yakin kalau dia harus menjaga kesehatan tubuh dan memposting dirinya sedang workout,

Ada kawan yang sudah yakin kalau dia harus menjadi ibu rumah tangga dan tahu apa step - step yang akan ia lakukan,

Ada kawan yang yakin kalau dia harus mengejar karir atau pendidikan dan membuat profil instagram atau linkedin se-menarik mungkin.

Di usia 31 - 32, aku melihat semuanya keren! Apapun jalan yang mereka pilih.

Yang membuat mereka keren adalah mereka yakin dengan apa yang mereka pilih, tanpa memandang rendah pilihan orang lain. Ini semua sangat membuat damai dan lega. Aku harap para Gen Z dan Gen Alpha bisa merasakan vibe ini dan membuat mereka lebih tenang dalam memilih tujuan hidupnya. Bukan hanya fomo yang bikin gampang stres.


31 - 32 is really unpredictable. Kalau inget lagu Sherina "Lihat segalanya.. lebih dekat.." and everything feels like closer and closer.


I'm feeling blessed. Bye negativity!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perdana Nangis Di Sekolah : Drama Anak Jalanan Vs. Anak Rumahan

Celingak-celinguk, saya mencari Safa. Biasanya kalau sudah selesai sekolah, Safa akan standby digerbang ditemani kakak-kakak guru. Atau setidaknya menunggu di kursi tamu. Saya tengok-tengok, tapi kok nggak ada? Akhirnya saya masuk ke dalam sekolah. Rupanya Safa lagi sesenggukan habis nangis. Lalu Bu Mutia, Bu Guru Safa, cerita.. "Tadi ada drama nih, Bu. Safa kan sosialisasinya sudah bagus banget. Biasanya, kalau masuk ke kelas lintas usia, kakak-kakak senang main sama Safa. Kalau sama teman seumuran pun paling rebutan mainan sebentar, terus main bareng lagi. Bu Mutia sudah sering ngelepas Safa main. Tapi hari ini beda. Teman-teman Safa biasanya nggak masuk. Hari ini, ada anak baru. Tapi kayanya anak ini belum pernah main sama teman, jadi self defensenya masih tinggi. tadi kata Safa, Safa sedih karena temannya nggak mau diajak main padahal Safa selalu ngalah.  Bu Mutia ajak main, Safa nggak mau. Maunya main sama teman. Tapi temannya nggak mau diajak main. Tadi sih di dalem cuma se...

Tips Menghadapi Burn Out

"Mama udah happy ?" Ya Allah, Bun, rasanya campur aduk mendengar pertanyaan itu dari anak 20 bulan yang baru saja saya omelin habis-habisan atas kesalahan yang tidak terlalu berarti. Saya pun merasa bersalah karena saya sadar bahwa omelan ini bukan tentang kesalahannya.  Lalu saya menangis, di depan anak ini. Tangis saya makin menjadi setelah mendengar pertanyaan itu. Bisa-bisanya dia masih mengkhawatirkan kebahagiaan saya. "Sini sayang, mama boleh minta peluk? Maafin mama ya, sayang.." --- Ada hari ketika otak benar-benar burn out . Butuh berbulan-bulan untuk menggali permasalahan dan "berdamai" dengan segala hal. Butuh juga "berkelana" ke sana sini untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang seperti tidak ada jawaban. Sempat juga tidak percaya kepada Tuhan, marah atas jalan yang diberikan, dan marah dengan keadaan.  Rasanya seperti seluruh dunia tidak ada yang memihak, atau sendirian di tengah kegaduhan.. tidak ada yang mendengar padahal saya ...

If I am an Israel government

If I am a president of Israel, I will choose to ceasefire. Why? Because right now, people in the world realize why in the past, most of country didnt accept Jew in their land. Yes, because they were afraid that this thing that happen to Palestine will happen to their country. There will be more ban about working together with Israel and its alliance. Their fear about their live existance is higher than the fall down of economic. And it will be more dangerous to Israel society. Their fund will be decrease because of the war, and in the long term, the cooperation with other country to strenghten their economic will decrease too.  America who are really capitalist I think will choose the path where they can generate more money in the future. Defend the war will pproduce the vice versa result. More over, they have seen what Israel do to Gaza Hero. It is a brutal war. Not a strategic war. It is really clear that the proportion of revenge is higher than self-defense. If Israel loose its ...