Ini bukan perang, melainkan penjajahan. Aku seperti ada di buku sejarah tentang perang dunia kedua. Ketika perang dunia kedua, tidak semua daerah adalah daerah peperangan, kan?
Namun, sayangnya, ini bukan perang. Dan hanya satu wilayah yang menjadi korban, Palestina.
Sangat menyedihkan melihat orang-orang buruk memimpin negara dan tidak bisa berbuat apa-apa, seolah ini hanya soal peperangan merebut lahan minyak atau merebut pemukiman warga untuk menjadikan area itu project internasional tapi dengan cara yang kejam. Banyak jurnalis yang ditutup mata hatinya ketika melihat fakta di depan mata. Dunia ini benar-benar akan kiamat jika dipimpin oleh ideologis se-brutal itu dan tidak ada pemimpin negara yang menyeriusi hal ini.
Tidak ada gunanya cadangan minyak berlimpah jika akhirnya hanya digunakan untuk perang dan memperlihatkan siapa yang paling berkuasa. Kamu pun mungkin akan mati sebelum bisa menunjukkan pada dunia. Karena ideologi ini benar-benar menyeramkan dan tidak bisa dipercaya.. Kenapa aku bisa bilang seperti ini?
Pertama, negara penyandang ideologis ini dengan gamblangnya menunjukkan bahwa kita di mata mereka hanyalah binatang. Dia tidak akan segan menebas kamu kapan dan di manapun, dan siapapun. Ini tidak seperti penjaran guantanamo yang ruangannya tertutup. Mereka secara gamblangnya menunjukkan kepada dunia tentang kekejian mereka, dan jurnalis internasional malah mendukung.
Kedua, negara penyandang ideologis ini sudah punya sejarah melanggar perjanjian. Perjanjian semenguntungkan apapun untukmu, tidak akan ada gunanya jika perjanjian ini dilanggar. Dan kamu tidak akan berkutit apapun karena alasan pertama, kita hanya terlihat seperti hewan. Jangan harap mereka seperti spionasi yang diam-diam masuk ke rumahmu lalu menikam. Tidak. Mereka bisa saja dengan terang-terangan masuk ruanganmu dan melakukan hal tidak menyenangkan didepanmu.
Ketiga, negara penyandang ideologis ini sudah mem-brainwash masyarakatnya. Masalahnya bukan di-brainwash ideologi. Masalahnya.. mereka benar-benar dibrainwash agar tidak bisa berpikir sehat. Mereka dengan mudahnya mencerna apa yang "orang tua" mereka sebutkan. Kamu tidak bisa mengajak mereka diskusi dengan mudah, karena di antara ruang berpikir mereka sudah diberikan tembok yang tinggi. Kamu pun bisa melihat banyak anak muda yang tidak memiliki sopan santun, emosi yang tidak stabil. Yang menakutkan adalah.. ini terjadi di hampir semua masyarakatnya. Apakah ini tidak terlihat menyeramkan untuk anda?
Belum lagi soal boikot. Kamu belum tentu masih hidup ketika mendapatkan cadangan minyak itu. Tapi bisnis negara kamu sudah pasti akan melambat karena boikot. Ini bukan masalah boikot. Ini se-sederhana consumer behaviour. Ketika konsumen melihat suatu barang tidak sesuai dengan value mereka, maka mereka tidak akan membelinya. Sesederhana itu.
Aku paham, dilihat dari sisi ekonomi, tidak ada yang menguntungkan jika perang ini dihentikan. Hanya buang-buang anggaran dan.. masyarakat akan dengan mudahnya menilai. Tapi ini belum terlambat. Jika kamu bisa membuat ini berhenti, setidaknya kamu bisa mendapatkan cadangan minyak itu dengan lebih negarawan, dengan cara diplomatis. Atau setidaknya kamu bisa mendapatkan izin pengeboran, walau itu bukan milikmu. Berita baiknya, negara lain akan tetap hormat kepada kamu. Mungkin boikot akan lebih longgar. Keberlanjutan bisnis kamu pun akan lebih panjang. Orang-orang pemikir seperti aku, akan berpikir beribu-ribu kali untuk membeli barang kamu.
Di agama kami, kami dituntut untuk berhusnudzon. Dalam menulis ini pun aku berusaha menempatkan diriku di negara penyandang ideologis ini. Semakin aku tempatkan, semakin aku tidak paham arahnya akan ke mana selain penguasaan negara.
Ada sebuah cerita tentang Fir'aun yang diajak masuk ke agama Islam oleh pemuda sakti. Pemuda ini tidak bisa dengan mudah dibunuh oleh Fir'aun. Fir'aun makin murka. Akhirnya, pemuda ini berkata, "Kamu bisa menyalibku. Kamu bisa membunuhku setelah itu jika kamu berucap, "aku berlindung pada tuhan pemuda ini". Firaun pun melakukannya, dan memanah pemuda itu. Pemuda itu pun mati. Melihat iman pemuda ini, banyak masyarakat yang berbondong-bondong masuk ke agama Islam. Apakah Fir'aun beriman? Tidak, dia bertambah marah dan membunuh lebih banyak orang yang masuk ke agama Islam.
Apa kamu mau membiarkan Fir'aun seperti ini di tahun 2023? Sejarah itu berulang. Aku berbicara seperti ini bukan karena aku Islam. Aku sama sekali tidak membenci Yahudi, Kristen, Hindu, atau agama apapun. Tuhan menuntutku untuk mencintai sesama manusia. Yang aku benci adalah.. sifat Fir'aun. Jika sifat ini dimiliki oleh orang Islam, aku pasti akan tetap membencinya. Dan saat ini, aku melihat sifat ini di ideologi Zionis.
Semoga kamu paham.
Komentar
Posting Komentar