3 Tahun terakhir ini, banyak hal yang memaksa saya menerima sesuatu yang tidak mau saya pikirkan:
- musibah
- kepergian
- ketidakadilan
- fitnah
Terima kasih kepada genosida Israel yang membuat mata saya lebih terbuka tentang apa yang Allah ajarkan di dalam Al-Quran. Saya percaya apa yang ada di dalam Quran, tapi jujur, kemarin-kemarin itu saya mempercayai itu selayaknya saya percaya dongeng. Kini, kepercayaan itu lebih tergambarkan, lebih nyata.
Cukup menakutkan melihat orang memutarbalikkan kepercayaan. Misal, kita mengutuk keras apa yang dilakukan IDF terhadap masyarakat Gaza. Katanya itu bentuk antisemitisme. Heii.. aku tidak masalah dengan orang Yahudi. Aku bermasalah dengan IDF dan kebijakan Israel membumi-hanguskan Palestina. Jika itu perang, apakah saat ini kita melihat Hamas membumi-hanguskan Israel?
Cukup menakutkan juga mayoritas orang pintar dengan segala gelarnya hanya bisa diam ketika Amerika menggunakan vetonya kembali. Bolehkah kita membuat lembaga penanding PBB di mana tidak ada negara yang bisa menggunakan veto?
Dunia ini penuh dengan konflik kepentingan. Nafsu sedang memenangi sesuatu mencapai hasrat yang paling tinggi. Sepertinya para iblis sedang bergembira di neraka, karena mereka akan segera kedatangan budak-budak penghuni neraka. Apakah petinggi Israel dan Amerika mengira mereka akan mendapati posisi tertinggi di neraka? Maaf. Di neraka, petingginya adalah Iblis dan turunannya. Manusia bukan apa-apa.
Hasbunallah wa ni'mal wakil.. menghadapin dunia yang semakin kacau ini, aku merasa terjebak di usia 24 tahun, di mana hidupku masih sangatlah santai. Banyak penyesalan kenapa aku tidak mencapai semua yang aku inginkan di usia itu. Kini, saat aku ingin mencapainya, dunia menjadi sangatlah kacu.
Hasbunallah wa ni'mal wakil. Karena pembumihangusan Palestina, aku semakin percaya kepada jalannya Allah. Semoga Allah menerangi setiap langkahku untuk berbuat kebaikan di bumi ini.
Untuk Palestina? Aku percayakan kepada Allah. Kalau Allah mengizinkan ini terjadi, aku rasa akan ada sesuatu yang sangat - sangat - sangat besar setelah ini. Entahlah itu apa. Aku akan membantu sebisaku, membela sebisaku, sambil tetap berusaha mencapai mimpi-mimpiku. Feelingku berkata, sesuatu yang sangat - sangat - sangat besar itu akan segera terjadi. Jika dulu Allah mengirimkan burung ababil untuk menyerang pasukan gajah yang hendak menyerbu Kakbah, mungkin ini akan lebih besar lagi.
Atau.. apakah penolong itu ternyata berasal dari Israel? Ada seseorang besar di sana yang tahu niat licik pemerintah atau petinggi agama di sana dan menyerang negaranya sendiri? Seseorang yang bisa menggerakan umat seluruh agama di dunia untuk bersatu dan menyerang para Fir'aun ini?
Wallahualam... Allah yang paling berkuasa atas sesuatu.
Komentar
Posting Komentar