Langsung ke konten utama

Apa kabar 2024?

 3 Tahun terakhir ini, banyak hal yang memaksa saya menerima sesuatu yang tidak mau saya pikirkan:

- musibah

- kepergian

- ketidakadilan

- fitnah


Terima kasih kepada genosida Israel yang membuat mata saya lebih terbuka tentang apa yang Allah ajarkan di dalam Al-Quran. Saya percaya apa yang ada di dalam Quran, tapi jujur, kemarin-kemarin itu saya mempercayai itu selayaknya saya percaya dongeng. Kini, kepercayaan itu lebih tergambarkan, lebih nyata.

Cukup menakutkan melihat orang memutarbalikkan kepercayaan. Misal, kita mengutuk keras apa yang dilakukan IDF terhadap masyarakat Gaza. Katanya itu bentuk antisemitisme. Heii.. aku tidak masalah dengan orang Yahudi. Aku bermasalah dengan IDF dan kebijakan Israel membumi-hanguskan Palestina. Jika itu perang, apakah saat ini kita melihat Hamas membumi-hanguskan Israel? 

Cukup menakutkan juga mayoritas orang pintar dengan segala gelarnya hanya bisa diam ketika Amerika menggunakan vetonya kembali. Bolehkah kita membuat lembaga penanding PBB di mana tidak ada negara yang bisa menggunakan veto?

Dunia ini penuh dengan konflik kepentingan. Nafsu sedang memenangi sesuatu mencapai hasrat yang paling tinggi. Sepertinya para iblis sedang bergembira di neraka, karena mereka akan segera kedatangan budak-budak penghuni neraka. Apakah petinggi Israel dan Amerika mengira mereka akan mendapati posisi tertinggi di neraka? Maaf. Di neraka, petingginya adalah Iblis dan turunannya. Manusia bukan apa-apa.

Hasbunallah wa ni'mal wakil.. menghadapin dunia yang semakin kacau ini, aku merasa terjebak di usia 24 tahun, di mana hidupku masih sangatlah santai. Banyak penyesalan kenapa aku tidak mencapai semua yang aku inginkan di usia itu. Kini, saat aku ingin mencapainya, dunia menjadi sangatlah kacu.

Hasbunallah wa ni'mal wakil. Karena pembumihangusan Palestina, aku semakin percaya kepada jalannya Allah. Semoga Allah menerangi setiap langkahku untuk berbuat kebaikan di bumi ini.

Untuk Palestina? Aku percayakan kepada Allah. Kalau Allah mengizinkan ini terjadi, aku rasa akan ada sesuatu yang sangat - sangat - sangat besar setelah ini. Entahlah itu apa. Aku akan membantu sebisaku, membela sebisaku, sambil tetap berusaha mencapai mimpi-mimpiku. Feelingku berkata, sesuatu yang sangat - sangat - sangat besar itu akan segera terjadi. Jika dulu Allah mengirimkan burung ababil untuk menyerang pasukan gajah yang hendak menyerbu Kakbah, mungkin ini akan lebih besar lagi.

Atau.. apakah penolong itu ternyata berasal dari Israel? Ada seseorang besar di sana yang tahu niat licik pemerintah atau petinggi agama di sana dan menyerang negaranya sendiri? Seseorang yang bisa menggerakan umat seluruh agama di dunia untuk bersatu dan menyerang para Fir'aun ini?

Wallahualam... Allah yang paling berkuasa atas sesuatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perdana Nangis Di Sekolah : Drama Anak Jalanan Vs. Anak Rumahan

Celingak-celinguk, saya mencari Safa. Biasanya kalau sudah selesai sekolah, Safa akan standby digerbang ditemani kakak-kakak guru. Atau setidaknya menunggu di kursi tamu. Saya tengok-tengok, tapi kok nggak ada? Akhirnya saya masuk ke dalam sekolah. Rupanya Safa lagi sesenggukan habis nangis. Lalu Bu Mutia, Bu Guru Safa, cerita.. "Tadi ada drama nih, Bu. Safa kan sosialisasinya sudah bagus banget. Biasanya, kalau masuk ke kelas lintas usia, kakak-kakak senang main sama Safa. Kalau sama teman seumuran pun paling rebutan mainan sebentar, terus main bareng lagi. Bu Mutia sudah sering ngelepas Safa main. Tapi hari ini beda. Teman-teman Safa biasanya nggak masuk. Hari ini, ada anak baru. Tapi kayanya anak ini belum pernah main sama teman, jadi self defensenya masih tinggi. tadi kata Safa, Safa sedih karena temannya nggak mau diajak main padahal Safa selalu ngalah.  Bu Mutia ajak main, Safa nggak mau. Maunya main sama teman. Tapi temannya nggak mau diajak main. Tadi sih di dalem cuma se...

Tips Menghadapi Burn Out

"Mama udah happy ?" Ya Allah, Bun, rasanya campur aduk mendengar pertanyaan itu dari anak 20 bulan yang baru saja saya omelin habis-habisan atas kesalahan yang tidak terlalu berarti. Saya pun merasa bersalah karena saya sadar bahwa omelan ini bukan tentang kesalahannya.  Lalu saya menangis, di depan anak ini. Tangis saya makin menjadi setelah mendengar pertanyaan itu. Bisa-bisanya dia masih mengkhawatirkan kebahagiaan saya. "Sini sayang, mama boleh minta peluk? Maafin mama ya, sayang.." --- Ada hari ketika otak benar-benar burn out . Butuh berbulan-bulan untuk menggali permasalahan dan "berdamai" dengan segala hal. Butuh juga "berkelana" ke sana sini untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang seperti tidak ada jawaban. Sempat juga tidak percaya kepada Tuhan, marah atas jalan yang diberikan, dan marah dengan keadaan.  Rasanya seperti seluruh dunia tidak ada yang memihak, atau sendirian di tengah kegaduhan.. tidak ada yang mendengar padahal saya ...

If I am an Israel government

If I am a president of Israel, I will choose to ceasefire. Why? Because right now, people in the world realize why in the past, most of country didnt accept Jew in their land. Yes, because they were afraid that this thing that happen to Palestine will happen to their country. There will be more ban about working together with Israel and its alliance. Their fear about their live existance is higher than the fall down of economic. And it will be more dangerous to Israel society. Their fund will be decrease because of the war, and in the long term, the cooperation with other country to strenghten their economic will decrease too.  America who are really capitalist I think will choose the path where they can generate more money in the future. Defend the war will pproduce the vice versa result. More over, they have seen what Israel do to Gaza Hero. It is a brutal war. Not a strategic war. It is really clear that the proportion of revenge is higher than self-defense. If Israel loose its ...